assalam

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI MASKUT CHANDRA NEGARA, TERIMAKSIH ATAS KUNJUNGAN ANDA//Office : Jl.Kh Abdurrahman Wahid No 306, Candra Kencana Rt 01 Rw 02, Tulang Bawang Tengah, kab.Tulang Bawang Barat HP 085266750944/081210851567

Sabtu, 05 September 2009

Awasi Penceramah, Langkah Mundur Polisi

Jakarta, (Antara) Wakil Sekretaris Jenderal Ansor, Maskut Chandranegara menilai, rencana aparat kepolisian mengawasi penceramah guna mencegah teroris selama Ramadhan, sebagian kemunduran."Ini jelas sebuah kemunduran bagi aparat. Ramadhan yang seharusnya menjadi berkah bagi umat Islam, malah bisa "menakutkan"," katanya, Senin (23/8).Menurutnya, cara-cara aparat dengan mengawasi penceramah, bisa dikatakan kembali ke zaman orba. Karena itu polisi dianggap tak kreatif lagi dalam menangkal terorisme."Cara aparat itu tidak kreatif, seolah-olah kembali ke zaman orba," paparnya.Lebih jauh, katanya, kehidupan beragama di Indonesia sudah jauh lebih baik. Sehingga tidak seharusnya diawasi dengan cara-cara seperti itu.Karena akan membangkitkan citra negatif kepada aparat. "Kinerja polisi yang sudah baik dalam memburu terorisme, jangan malah mengawasi ceramah di Masjid," terangnya.Yang jelas, kata Maskut, mengawasi ceramah di masjid malah membuat suasana tak kondusif dan membuat dilema bagi aparat."Ini jelas dilema bagi polisi, karena dia menjalankan tugas dan disisi lain disuruh mengawasi rakyatnya sendiri," tambahnya.Maskut meminta agar aparat memikirkan cara lain yang lebih produktif dan membuat masyarakat tidak anti pati kepadanya. "Harusnya ada cara lain yang lebih produktif, ketimbang cara mengawasi, karena kesannya mematai-matai," paparnya.Mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini, mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan kerjasama antara masyarakat dan aparat dalam memberantas terorisme malah bisa tak terjalin. Karena masyarakat enggan bekerja sama dengan aparat."Kita mengkhawatirkan kerjasama antara masyarakat dan aparat tak bisa terjalin," tegasnya.Namun lain lagi dengan Ketua PBNU, Masdar Farid Masudi, yang justru dapat memahami langkah polisi mengawasi dan memantau ceramah-ceramah keagamaan di masjid."Karena mengingat adanya gejala ceramah-ceramah agama yang dipakai untuk mengumbar kebencian kepada pihak lain, hanya karena berbeda pandangan atau keyakinan," terangnya.Menurutnya, menjaga keamanan masyarakat adalah kewajiban negara yang dipikul kepada polri. [TMA, Ant]

PT.MULTI CINEMA NUSANTARA /MCN Prodaction