assalam

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI MASKUT CHANDRA NEGARA, TERIMAKSIH ATAS KUNJUNGAN ANDA//Office : Jl.Kh Abdurrahman Wahid No 306, Candra Kencana Rt 01 Rw 02, Tulang Bawang Tengah, kab.Tulang Bawang Barat HP 085266750944/081210851567

Jumat, 27 Agustus 2010

Ansor Minta Presiden Jangan Mandul Diplomasi

Jumat, 27 Agustus 2010 16:14

Jakarta, (GP Ansor Online): Pemerintah Indonesia harus berani bersikap tegas terhadap Malaysia dan jangan mandul dalam berdiplomasi. “Malah, kalau perlu Malaysia harus diberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatannya. Sehingga Indonesia tak dilecehkan.”

Demikian kata Wakil Sekjen Ansor, Maskut Chandranegara kepada wartawan di Jakarta, 27 Agustus 2010. Menurutnya, selama ini ulah Malasyia sudah keterlaluan, mulai dari pelanggaran perbatasan, merebut Pulau Sipadan-Ligitan, kemudian Ambalat.

“Yang lebih konyol lagi, berani mengklaim seni dan budaya Indonesia, serta memperlakukan kasar para TKW Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh kata Maskut, Ansor mendesak Presiden SBY agar berani bersikap. Sehingga masyarakat Indonesia bisa dipandang lebih berwibawa.

“Kita minta Presiden merespon, agar mengembalikan citra dan martabat bangsa di dunia internasional,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan setiap negara termasuk Malaysia memiliki hak untuk melindungi warga negaranya.

“Kalau dirasakan warga yang datang ke Indonesia tidak aman tentu mereka memberikan peringatan, saya kira itu normatif saja,” katanya.

Menurut Marzuki, peringatan tersebut dikeluarkan karena demonstrasi yang terus menerus terjadi di Kedutaan besar Malaysia di Jakarta yang disertai isu sweeping terhadap warga Malaysia. Pertimbangan lainnya, menurut Marzuki, adalah banyaknya warga negara Malaysia yang bermukim di Indonesia.

“Kalau warganya terancam menurut saya negara manapun akan melakukan hal yang sama,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Marzuki menjelaskan, demo yang dilakukan oleh sekelompok massa yang melempari Kedubes Malaysia dengan kotoran manusia sudah di luar kepatutan. Menurutnya, kelompok tersebut telah mempermalukan Indonesia sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

“Mereka kan juga tidak bisa mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia karena hanya merupakan kelompok kecil,” pungkasnya.(gp-ansor.org)

Kontributor/editor : Eko/Publish:by. Prameswara

PT.MULTI CINEMA NUSANTARA /MCN Prodaction