Jakarta,(Ansor Online)-Calon Ketua umum Ansor, Maksut Candranegara menghadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke 14 Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung mulai 17-21 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 20 Mei 2010. “Ya, memang saya diundang oleh Pimpinan Pemuda Muhammadiyah untuk menghadiri pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah,”
Demikian dikatakan Maskut disela-sela arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah, di Asrama Haji, Pondok Gede, 20 Mei 2010. Yang uniknya, kata Maskut, ada dua kader Baitul Muslimin Indonesi (BMI) dalam Muktamar ini. “Pertama adalah Saleh Daulay dan saya sendiri. Tapi Saleh Daulay menjadi salah satu kandidat Ketua umum Pemuda Muhammadiyah,”ungkap Maskut yang juga kader BMI yang merupakan sayap organisasi salah satu partai politik.
Maskut membenarkan Saleh Daulay sebagai fungsionaris BMI yang menjabat sebagai wakil Sekjen BMI. “Memang dia wakil sekjen BMI, mencalonkan diri serius menjadi caketum Pemuda Muhammadiyah,”imbuhnya.
Seperti diketahui, muktamar ini ini diramaikan kandidat yang bakal menggantikan posisi M Izzul Muslimin. Meski demikian, terdapat beberapa kandidat yang muncul nyaris tidak steril dari persingungan partai politik.
Sedikitnya terdapat enam kandidat Ketua Umum PP Pemuda Muhammdiyah yang bakal muncul yakni Gunawan Hidayat, Saleh Daulay, Achmad Rofiq, Piet H Khaidir, Panca Nurwahidin, dan M Ihsan. Menariknya dari enam kandidat yang bakal meramaikan bursa, beberapa nama justru terkait dengan partai politik.
Seperti Gunawan Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah dikenal juga sebagai politikus muda dari Partai Golkar. Tidak hanya itu, kandidat lainnya seperti Ahmad Rofiq justru menjadi Sekjen Partai Matahari Bangsa (PMB) yang tak lolos dalam Parliemantetary Treshold (PT) dalam Pemilu 2009 lalu. Saat ini ia juga tercatat sebagai Wakil Sekjen DPP Nasional Demokrat pimpinan Surya Paloh.
Kendati demikian, tak semua kandidat memiliki persingungan dengan partai politik. Seperti Piet H Khaidir (Ketua Umum DPP IMM periode 2001-2003) justru berkiprah di non government organization (NGO) pimpinan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin yakni Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC).
Ia juga dikenal sebagai akademisi yang baru menyelesaikan program Phd di Universitas Leeds United Kingdom (UK), Inggris. Sementara calon lainnya, Panca Nurwahidin, justru berkiprah sebagai birokrat dengan profesi guru.
editor : eko
sumber : -Post Ahmad sobirin
Elshinta - Newsroom, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Maskut Chandranegara mengatakan tidak benar jika selama ini GP Ansor hanya dianggap menjadi milik seseorang atau kelompok tertentu saja. Menurutnya, GP Ansor memiliki dinamika yang menarik yang dapat melibatkan setiap kadernya untuk bergerak bersama.

