assalam

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI MASKUT CHANDRA NEGARA, TERIMAKSIH ATAS KUNJUNGAN ANDA//Office : Jl.Kh Abdurrahman Wahid No 306, Candra Kencana Rt 01 Rw 02, Tulang Bawang Tengah, kab.Tulang Bawang Barat HP 085266750944/081210851567

Jumat, 21 Mei 2010

Caketum Ansor Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Kamis, 20 Mei 2010 17:57 Berita | 0 komentar

Jakarta,(Ansor Online)-Calon Ketua umum Ansor, Maksut Candranegara menghadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke 14 Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung mulai 17-21 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 20 Mei 2010. “Ya, memang saya diundang oleh Pimpinan Pemuda Muhammadiyah untuk menghadiri pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah,”

Demikian dikatakan Maskut disela-sela arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah, di Asrama Haji, Pondok Gede, 20 Mei 2010. Yang uniknya, kata Maskut, ada dua kader Baitul Muslimin Indonesi (BMI) dalam Muktamar ini. “Pertama adalah Saleh Daulay dan saya sendiri. Tapi Saleh Daulay menjadi salah satu kandidat Ketua umum Pemuda Muhammadiyah,”ungkap Maskut yang juga kader BMI yang merupakan sayap organisasi salah satu partai politik.

Maskut membenarkan Saleh Daulay sebagai fungsionaris BMI yang menjabat sebagai wakil Sekjen BMI. “Memang dia wakil sekjen BMI, mencalonkan diri serius menjadi caketum Pemuda Muhammadiyah,”imbuhnya.

Seperti diketahui, muktamar ini ini diramaikan kandidat yang bakal menggantikan posisi M Izzul Muslimin. Meski demikian, terdapat beberapa kandidat yang muncul nyaris tidak steril dari persingungan partai politik.

Sedikitnya terdapat enam kandidat Ketua Umum PP Pemuda Muhammdiyah yang bakal muncul yakni Gunawan Hidayat, Saleh Daulay, Achmad Rofiq, Piet H Khaidir, Panca Nurwahidin, dan M Ihsan. Menariknya dari enam kandidat yang bakal meramaikan bursa, beberapa nama justru terkait dengan partai politik.

Seperti Gunawan Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah dikenal juga sebagai politikus muda dari Partai Golkar. Tidak hanya itu, kandidat lainnya seperti Ahmad Rofiq justru menjadi Sekjen Partai Matahari Bangsa (PMB) yang tak lolos dalam Parliemantetary Treshold (PT) dalam Pemilu 2009 lalu. Saat ini ia juga tercatat sebagai Wakil Sekjen DPP Nasional Demokrat pimpinan Surya Paloh.

Kendati demikian, tak semua kandidat memiliki persingungan dengan partai politik. Seperti Piet H Khaidir (Ketua Umum DPP IMM periode 2001-2003) justru berkiprah di non government organization (NGO) pimpinan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin yakni Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC).

Ia juga dikenal sebagai akademisi yang baru menyelesaikan program Phd di Universitas Leeds United Kingdom (UK), Inggris. Sementara calon lainnya, Panca Nurwahidin, justru berkiprah sebagai birokrat dengan profesi guru.

editor : eko
sumber : -Post Ahmad sobirin

Maskut: Lomba Kartun Nabi Pancing Kemarahan Umat Islam

Jumat, 21 Mei 2010 13:43 Berita | 0 komentar

Jakarta (GP Ansor Online): Setelah PBNU mengecam keras aksi lomba menggambar kartun Nabi Muhammad, kini kader Ansor juga menilai tindakan itu hanya memancing kemarahan umat Islam se dunia. “Itu tindakan bodoh, yang hanya memancing kemarahan umat Islam di manapun berada.”

Demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Maskut Candranegara kepada gp-ansor.org di Jakarta, 21 Mei 2010. Aksi lomba itu, kata Maskut, memang harus dikecam keras, karena sudah menyinggung perasaan umat Islam. “Siapaun yang melakukan itu, sudah menghina umat Islam,” tambahnya.

Maskut yang calon ketua umum GP Ansor berharap agar pemerintah bertindak cepat dan tegas mengantisipasi kemarahan umat Islam. Karena itu jangan sampai dibiarkan masalah-masalah yang bersinggungan dengan SARA. “Harus bertindak cepat,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memprotes lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pengelola situs jejaring sosial Facebook. “Itu haram, karena para ulama sedunia sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW itu tidak boleh diimajinasikan,” katanya di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu setelah menyampaikan kuliah umum tentang Refleksi Hari Kebangkitan Nasional di hadapan mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya. Didampingi Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), ia meminta pemerintah untuk bertindak agar tidak meresahkan masyarakat dunia, terutama umat Islam di Tanah Air. “Mungkin saja kami mengirim surat ke pengelola situs jejaring sosial ‘Facebook’ itu di Amerika, tapi pemerintah yang lebih tepat melakukan hal itu. Kami pasti akan mendukung,” katanya.

editor : eko
sumber: –posting Ahmad sobirin

Senin, 17 Mei 2010

GP Ansor Bukan Milik Pribadi dan Kelompok Tertentu

Elshinta - Newsroom, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Maskut Chandranegara mengatakan tidak benar jika selama ini GP Ansor hanya dianggap menjadi milik seseorang atau kelompok tertentu saja. Menurutnya, GP Ansor memiliki dinamika yang menarik yang dapat melibatkan setiap kadernya untuk bergerak bersama.

Kepada Elshinta.Com via email, Maskut menjelaskan ke depan GP Ansor harus membangun paradigma baru yang bisa memberikan bekal kepada kader-kadernya, dan agar Ansor bisa menghasilkan kader-kader unggulan.

GP Ansor, tegas Maskut merupakan benteng Ahlussunnah wal Jamaah yang harus dijaga dan dikembangkan secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga ke depan para kader Ansor akan selalu siap untuk mengawal faham Ahlussunnah wal jamaah dengan visi rahmatan lil'alamin.

Secara pribadi, Maskut sendiri menyatakan siap untuk maju sebagai calon ketua umum GP Ansor. Dan bukan tanpa alasan jika dirinya menyatakan siap maju dalam pencalonan ketua umum GP Ansor dalam kongres mendatang. Maskut memiliki alasan yang kuat untuk mengoptimalkan kaderisasi di tubuh GP Ansor hingga level daerah. (sik)

Maskut Chandranegara Juga Nyatakan Maju




Sabtu, 15 Mei 2010 10:36

Jakarta, NU Online
Salah seorang kader yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Maskut Chandranegara menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum GP Ansor. Pernyataan Maskut ini menunjukkan bahwa para kader GP Ansor terlibat dalam dinamika yang cukup menarik.

"Adalah tidak benar jika selama ini GP Ansor hanya dianggap milik seseorang atau sekelompok orang saja. GP Ansor memeiliki dinamika yang menarik yang dapat melibatkan setiap kader untuk bergerak bersama," tutur Maskut dalam pernyataannya kepada NU Online di Jakarta, Sabtu (15/5).

Menurut Maskut, bukan tanpa alasan jika dirinya menyatakan siap maju dalam pencalonan ketua umum GP Ansor dalam kongres mendatang. Maskut memiliki alasan yang kuat untuk mengoptimalkan kaderisasi di tubuh GP Ansor hingga level daerah.

"Ansor ke depan harus membangun paradigma baru yang bisa memberikan bekal kepada kader-kadernya, Agar Ansor bisa menghasilkan kader-kader unggulan," terangnya.

Lebih lanjut Maskut menjelaskan, dirinya siap maju dengan visi yang jelas. Maskut siap menjalin silaturrahim dengan seluruh komponen warga Nahdliyin dan seluruh komonen masyarakat untuk memperkuat GP Ansor ke depan.

"GP Ansor merupakan benteng Ahlussunnah wal Jamaah yang harus dijaga dan dikembangkan secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga ke depan para kader Ansor akan selalu siap untuk mengawal faham Ahlussunnah wal jamaah dengan visi rahmatan lil'alamin (ketentraman dan kesejahteraan untuk semua)," tandas Maskut. (min)

Maskut Siap Maju Calon Ketua Umum GP Ansor


Jakarta (GP Ansor Online): Bursa Calon Ketua umum (Caketum) GP Ansor sudah mulai terasa panas. Bahkan dari internal jajaran pengurus harian GP Ansor-pun sudah membentuk sejumlah tim sukses, termasuk Maskut Chandranegara yang menyatakan kesiapannya maju Kongres Ansor. “Ya, tentu saya sudah menyiapkan tim sukses untuk maju pencalonan dalam Kongres Ansor ke depan,”

Demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Maskut Chandranegara kepada gp-ansor.org di Jakarta, 10 Mei 2010.

Menurutnya, pembentukan tim sukses ini sebagai bukti keseriusannya untuk berkompetisi dengan calon-calon lain yang masih malu-malu mencalonkan diri. “Saya sedang membentuk tim sukses, jadi ini bukti saya serius mempersiapkan diri bersaing dengan calon-calon lain yang masih malu-malu,”tambahnya.

Saat ditanya apakah dirinya akan legowo saat kalah dalam pertarungan nanti, Maskut secara gentlemen mengatakan dirinya siap kalah dan siap menang. “Kalau saya kalah secara fair, maka saya siap mengakui kemenangan lawan saya. Intinya, saya siap kalah dan siap menang. Harus dibangun tradisi demokrasi yang bersikap dewasa dan satria,”ujarnya.

Diakui Maskut, dirinya siap maju karena ingin membangun dan membesarkan Ansor ke depan lebih baik lagi. “Setidaknya Ansor ke depan harus membangun paradigma baru yang bisa memberikan bekal kepada kader-kadernya. Karena Ansor sebagai laboratorium politik, mestinya bisa menghasilkan kader-kader unggulan,”pungkasnya.

editor : eko
sumber : -

KADER LAMPUNG SIAP PIMPIN ANSOR

Bursa calon Ketua umum (caketum) GP Ansor sudah mulai terasa panas. Bahkan dari internal jajaran pengurus harian GP Ansor-pun sudah membentuk sejumlah tim sukses (timses), termasuk Maskut Chandranegara yang menyatakan kesiapannya maju Kongres Ansor. "Ya, tentu saya sudah menyiapkan tim sukses untuk maju pencalonan dalam Kongres Ansor ke depan," demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Maskut Chandranegara kepada wartawan di Jakarta, 10 Mei 2010.

Menurutnya, pembentukan tim sukses ini sebagai bukti keseriusannya untuk berkompetisi dengan calon-calon lain yang masih malu-malu mencalonkan diri. "Saya sedang membentuk tim sukses, jadi ini bukti saya serius mempersiapkan diri bersaing dengan calon-calon lain yang masih malu-malu," tambahnya.

Saat ditanya apakah dirinya akan legowo saat kalah dalam pertarungan nanti, Maskut secara gentlemen mengatakan dirinya siap kalah dan siap menang. "Kalau saya kalah secara fair, maka saya siap mengakui kemenangan lawan saya. Intinya, saya siap kalah dan siap menang. Harus dibangun tradisi demokrasi yang bersikap dewasa dan satria," ujarnya.

Diakui Maskut, dirinya siap maju karena ingin membangun dan membesarkan Ansor ke depan lebih baik lagi. "Setidaknya Ansor ke depan harus membangun paradigma baru yang bisa memberikan bekal kepada kader-kadernya. Karena Ansor sebagai laboratorium politik, mestinya bisa menghasilkan kader-kader unggulan," pungkasnya.[eko]

PT.MULTI CINEMA NUSANTARA /MCN Prodaction