assalam

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI MASKUT CHANDRA NEGARA, TERIMAKSIH ATAS KUNJUNGAN ANDA//Office : Jl.Kh Abdurrahman Wahid No 306, Candra Kencana Rt 01 Rw 02, Tulang Bawang Tengah, kab.Tulang Bawang Barat HP 085266750944/081210851567

Selasa, 31 Agustus 2010

Maskut: GP Ansor Minta SBY Jangan `Mandul` Diplomasi dengan Malaysia

31/8/2010 12:08 WIB
Perseteruan RI - Malaysia


Elshinta - Newsroom, Pemerintah Indonesia harus berani bersikap tegas terhadap Malaysia dan jangan mandul dalam berdiplomasi.

Demikian dikatakan Wakil Sekjen GP Ansor, Maskut Chandranegara, seperti dalam release yang diterima Redaksi Elshinta.Com, Selasa (31/8).

Maskut berpendapat, jika perlu Malaysia harus diberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatannya. Sehingga Indonesia tak dilecehkan. Selama ini ulah Malasyia dinilai sudah keterlaluan, mulai dari kasus pelanggaran perbatasan, merebut Pulau Sipadan-Ligitan, hingga kasus Ambalat.

Ditegaskan Maskut, Malaysia pun dinilai konyol karena berani mengklaim seni dan budaya Indonesia, serta memperlakukan kasar para TKW Indonesia.

Lebih jauh kata Maskut, Ansor mendesak Presiden SBY agar berani bersikap. Sehingga masyarakat Indonesia bisa dipandang lebih berwibawa. http://www.elshinta.com/ (sik) Prameswara.


Jumat, 27 Agustus 2010

Ansor Minta Presiden Jangan Mandul Diplomasi

Jumat, 27 Agustus 2010 16:14

Jakarta, (GP Ansor Online): Pemerintah Indonesia harus berani bersikap tegas terhadap Malaysia dan jangan mandul dalam berdiplomasi. “Malah, kalau perlu Malaysia harus diberi pelajaran agar tak mengulangi perbuatannya. Sehingga Indonesia tak dilecehkan.”

Demikian kata Wakil Sekjen Ansor, Maskut Chandranegara kepada wartawan di Jakarta, 27 Agustus 2010. Menurutnya, selama ini ulah Malasyia sudah keterlaluan, mulai dari pelanggaran perbatasan, merebut Pulau Sipadan-Ligitan, kemudian Ambalat.

“Yang lebih konyol lagi, berani mengklaim seni dan budaya Indonesia, serta memperlakukan kasar para TKW Indonesia,” tambahnya.

Lebih jauh kata Maskut, Ansor mendesak Presiden SBY agar berani bersikap. Sehingga masyarakat Indonesia bisa dipandang lebih berwibawa.

“Kita minta Presiden merespon, agar mengembalikan citra dan martabat bangsa di dunia internasional,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan setiap negara termasuk Malaysia memiliki hak untuk melindungi warga negaranya.

“Kalau dirasakan warga yang datang ke Indonesia tidak aman tentu mereka memberikan peringatan, saya kira itu normatif saja,” katanya.

Menurut Marzuki, peringatan tersebut dikeluarkan karena demonstrasi yang terus menerus terjadi di Kedutaan besar Malaysia di Jakarta yang disertai isu sweeping terhadap warga Malaysia. Pertimbangan lainnya, menurut Marzuki, adalah banyaknya warga negara Malaysia yang bermukim di Indonesia.

“Kalau warganya terancam menurut saya negara manapun akan melakukan hal yang sama,” ujar politisi Partai Demokrat ini.

Marzuki menjelaskan, demo yang dilakukan oleh sekelompok massa yang melempari Kedubes Malaysia dengan kotoran manusia sudah di luar kepatutan. Menurutnya, kelompok tersebut telah mempermalukan Indonesia sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi demokrasi.

“Mereka kan juga tidak bisa mengatasnamakan seluruh rakyat Indonesia karena hanya merupakan kelompok kecil,” pungkasnya.(gp-ansor.org)

Kontributor/editor : Eko/Publish:by. Prameswara

Selasa, 22 Juni 2010

Gus Ipul Dukung Maskut Maju Calon Ketum GP Ansor


Surabaya - Pencalonan Maskut Chandranegara yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Wasekjen Ansor sebagai ketua umum Ansor dalam Kongres Ansor bulan Agustus nanti mendapat dukungan dari ketua umum Ansor yang saat ini menjabat wakil gubernur Jatim, Saifullah Yusuf.

Menurut Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf mengatakan bahwa prinsipnya dirinya selaku ketua umum mendukung kader-kader Ansor yang maju dalam bursa ketua umum Ansor, termasuk Maskut Chandranegara yang maju dalam bursa ketum Ansor. Menurutnya, sosok Maskut Chandranegara sebagai kader Ansor sejati yang sudah teruji dalam Ansor dalam membesarkan Ansor selama ini. "Saya kenal betul dia, dan saya mendukung dia sebagai ketua umum Ansor," katanya.

Bahkan, Gus Ipul menyebut sosok Maskut Chandranegara sebagai kader Ansor yang nekat maju sebagai ketua umum Ansor dengan keiklasan. "Dia satu-satunya calon ketua umum Ansor yang maju dengan modal keikhlasan. Saya salut dengan dia," terangnya.

Gus Ipul mengatakan saat ini bursa calon ketua umum berjumlah 9 orang yang akan maju dalam pemilihan ketua umum mendatang. "Biarlah para calon yang akan maju bersaing dengan sehat, termasuk Maskut. Yang penting saya merestui dia sebagai ketua umum Ansor. Dia harus bisa meraih dukungan dari seluruh cabang se Indonesia dan dukungan saya bisa dijadikan modal dia untuk meraih dukungan di Cabang," pungkasnya.[Yudi]/Post by.A.sobirin

Jumat, 11 Juni 2010

Maskut : Maarif Award Munculkan Pemimpin Sejati


Jakarta,(Ansor Online)-Ansor memberikan apresiasi kepada Maarif Institute yang telah mendorong munculnya pemimpin-pemimpin lokal sejati yang menunjukkan kontribusi konkretnya kepada masyarata. “Ya, tentu kita salut sama Maarif Institute yang memberikan penghargaan kepada pemimpin lokal, dan ini menjadi pendorong munculnya pemimpin lokal,”

Demikian dikatakan Wakil Sekjen GP Ansor, Maskut Chandranegara kepada gp-ansor.org di Jakarta, 11 Juni 2010.

Menurutnya, langkah Maarif ini perlu dicontoh lembaga lainnya, karena sangat positif terhadap dinamika pendidikan dan demokrasi. “Mereka tak merengek minta dana aspirasi buat pembangunan desanya, tapi melakukan kerja nyata buat masyarakat,”tambahnya.

Dikatakan Maskut, malam itu Maarif Award kembali diberikan kepada dua pemimpin lokal yang menunjukkan kerja nyata dan menjadi inspirasi bagi komunitasnya, yaitu Habib Said Ali al Habsy dan Romo V Kirjito. Keduanya dinilai menjadi pendorong demokratisasi dan memperjuangkan keadilan, kesejahteraan, serta kemanusiaan.

Sementara itu, Pendiri Maarif Institute, Ahmad Syafii Ma’arif, dalam sambutannya seusai penyerahan penghargaan itu di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (10/6) malam, mengatakan, kerja nyata yang ditunjukkan para pemimpin lokal itu menjadi nyala lilin-lilin kecil yang memberikan harapan bagi kehampaan dalam proses kepemimpinan Indonesia selama ini. ”Negeri ini bagaikan kampung tak bertuan. Ada pemimpin dan kaum elitenya, tapi tak dirasakan (keberadaannya). Semua mencari muka, tak ada (persoalan) yang tuntas diselesaikan,” Buya lagi.

Maarif Award 2010 ini diberikan kepada Habib Said Ali al Habsy, penggerak ekonomi mikro lintas iman, pengadvokasi pemulung dan anak-anak punk di Martapura dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penghargaan juga diberikan kepada Romo Vincentius Kirjito, pastor di lereng Gunung Merapi, Magelang, Jawa Tengah, yang peduli menjaga lingkungan dan budaya serta kemanusiaan.

Menurut Habib Ali, masyarakat masih memiliki potensi besar untuk mandiri. Hal itu dibuktikan oleh munculnya lembaga-lembaga yang dikelola masyarakat miskin. ”Jika negeri ini menghargai masyarakat miskin untuk mengatasi kemiskinannya, negeri ini tak perlu berutang kepada bangsa asing,” katanya.

Romo Kirjito mengajak masyarakat untuk menghargai desa dan segala sumber dayanya. Selama ini potensi desa dikeruk untuk pembangunan kota. Namun, perlakuan masyarakat justru mengidentikkan desa dengan konotasi negatif.

Syafii menambahkan, Habib Ali dan Kirjito adalah pemimpin lokal yang bekerja tanpa memandang agama.

editor : eko
sumber: -Gp.ansor.org.id.

post :Rizqi Prameswara

Jumat, 21 Mei 2010

Caketum Ansor Hadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah

Kamis, 20 Mei 2010 17:57 Berita | 0 komentar

Jakarta,(Ansor Online)-Calon Ketua umum Ansor, Maksut Candranegara menghadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke 14 Pemuda Muhammadiyah yang berlangsung mulai 17-21 Mei 2010 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 20 Mei 2010. “Ya, memang saya diundang oleh Pimpinan Pemuda Muhammadiyah untuk menghadiri pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah,”

Demikian dikatakan Maskut disela-sela arena Muktamar Pemuda Muhammadiyah, di Asrama Haji, Pondok Gede, 20 Mei 2010. Yang uniknya, kata Maskut, ada dua kader Baitul Muslimin Indonesi (BMI) dalam Muktamar ini. “Pertama adalah Saleh Daulay dan saya sendiri. Tapi Saleh Daulay menjadi salah satu kandidat Ketua umum Pemuda Muhammadiyah,”ungkap Maskut yang juga kader BMI yang merupakan sayap organisasi salah satu partai politik.

Maskut membenarkan Saleh Daulay sebagai fungsionaris BMI yang menjabat sebagai wakil Sekjen BMI. “Memang dia wakil sekjen BMI, mencalonkan diri serius menjadi caketum Pemuda Muhammadiyah,”imbuhnya.

Seperti diketahui, muktamar ini ini diramaikan kandidat yang bakal menggantikan posisi M Izzul Muslimin. Meski demikian, terdapat beberapa kandidat yang muncul nyaris tidak steril dari persingungan partai politik.

Sedikitnya terdapat enam kandidat Ketua Umum PP Pemuda Muhammdiyah yang bakal muncul yakni Gunawan Hidayat, Saleh Daulay, Achmad Rofiq, Piet H Khaidir, Panca Nurwahidin, dan M Ihsan. Menariknya dari enam kandidat yang bakal meramaikan bursa, beberapa nama justru terkait dengan partai politik.

Seperti Gunawan Hidayat yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Pemuda Muhammadiyah dikenal juga sebagai politikus muda dari Partai Golkar. Tidak hanya itu, kandidat lainnya seperti Ahmad Rofiq justru menjadi Sekjen Partai Matahari Bangsa (PMB) yang tak lolos dalam Parliemantetary Treshold (PT) dalam Pemilu 2009 lalu. Saat ini ia juga tercatat sebagai Wakil Sekjen DPP Nasional Demokrat pimpinan Surya Paloh.

Kendati demikian, tak semua kandidat memiliki persingungan dengan partai politik. Seperti Piet H Khaidir (Ketua Umum DPP IMM periode 2001-2003) justru berkiprah di non government organization (NGO) pimpinan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dien Syamsuddin yakni Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC).

Ia juga dikenal sebagai akademisi yang baru menyelesaikan program Phd di Universitas Leeds United Kingdom (UK), Inggris. Sementara calon lainnya, Panca Nurwahidin, justru berkiprah sebagai birokrat dengan profesi guru.

editor : eko
sumber : -Post Ahmad sobirin

Maskut: Lomba Kartun Nabi Pancing Kemarahan Umat Islam

Jumat, 21 Mei 2010 13:43 Berita | 0 komentar

Jakarta (GP Ansor Online): Setelah PBNU mengecam keras aksi lomba menggambar kartun Nabi Muhammad, kini kader Ansor juga menilai tindakan itu hanya memancing kemarahan umat Islam se dunia. “Itu tindakan bodoh, yang hanya memancing kemarahan umat Islam di manapun berada.”

Demikian dikatakan Wakil Sekjen Ansor, Maskut Candranegara kepada gp-ansor.org di Jakarta, 21 Mei 2010. Aksi lomba itu, kata Maskut, memang harus dikecam keras, karena sudah menyinggung perasaan umat Islam. “Siapaun yang melakukan itu, sudah menghina umat Islam,” tambahnya.

Maskut yang calon ketua umum GP Ansor berharap agar pemerintah bertindak cepat dan tegas mengantisipasi kemarahan umat Islam. Karena itu jangan sampai dibiarkan masalah-masalah yang bersinggungan dengan SARA. “Harus bertindak cepat,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj memprotes lomba menggambar kartun Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pengelola situs jejaring sosial Facebook. “Itu haram, karena para ulama sedunia sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW itu tidak boleh diimajinasikan,” katanya di Surabaya, Kamis.

Ia mengemukakan hal itu setelah menyampaikan kuliah umum tentang Refleksi Hari Kebangkitan Nasional di hadapan mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya. Didampingi Ketua PBNU H Saifullah Yusuf (Wagub Jatim), ia meminta pemerintah untuk bertindak agar tidak meresahkan masyarakat dunia, terutama umat Islam di Tanah Air. “Mungkin saja kami mengirim surat ke pengelola situs jejaring sosial ‘Facebook’ itu di Amerika, tapi pemerintah yang lebih tepat melakukan hal itu. Kami pasti akan mendukung,” katanya.

editor : eko
sumber: –posting Ahmad sobirin

Senin, 17 Mei 2010

GP Ansor Bukan Milik Pribadi dan Kelompok Tertentu

Elshinta - Newsroom, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, Maskut Chandranegara mengatakan tidak benar jika selama ini GP Ansor hanya dianggap menjadi milik seseorang atau kelompok tertentu saja. Menurutnya, GP Ansor memiliki dinamika yang menarik yang dapat melibatkan setiap kadernya untuk bergerak bersama.

Kepada Elshinta.Com via email, Maskut menjelaskan ke depan GP Ansor harus membangun paradigma baru yang bisa memberikan bekal kepada kader-kadernya, dan agar Ansor bisa menghasilkan kader-kader unggulan.

GP Ansor, tegas Maskut merupakan benteng Ahlussunnah wal Jamaah yang harus dijaga dan dikembangkan secara optimal dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga ke depan para kader Ansor akan selalu siap untuk mengawal faham Ahlussunnah wal jamaah dengan visi rahmatan lil'alamin.

Secara pribadi, Maskut sendiri menyatakan siap untuk maju sebagai calon ketua umum GP Ansor. Dan bukan tanpa alasan jika dirinya menyatakan siap maju dalam pencalonan ketua umum GP Ansor dalam kongres mendatang. Maskut memiliki alasan yang kuat untuk mengoptimalkan kaderisasi di tubuh GP Ansor hingga level daerah. (sik)

PT.MULTI CINEMA NUSANTARA /MCN Prodaction