assalam

SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI MASKUT CHANDRA NEGARA, TERIMAKSIH ATAS KUNJUNGAN ANDA//Office : Jl.Kh Abdurrahman Wahid No 306, Candra Kencana Rt 01 Rw 02, Tulang Bawang Tengah, kab.Tulang Bawang Barat HP 085266750944/081210851567

Rabu, 10 Juni 2009

Mega-Pro Target 2,5 Juta Suara Dari Ponpes

Jumat, Juni 5 Jakarta




(ANTARA) - Pasangan capres/cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro) menargetkan meraih 2,5 juta suara dari kalangan pondok pesantren (Ponpes). "Kita menggaet Ponpes di Indonesia untuk mendukung Mega-Pro dengan target 2,5 juta suara," kata Maskut Candranegara, tim pemenangan Mega-Pro Baitul Muslim Indonesia (Bamusi), di Jakarta, Jumat. Bamusi adalah salah satu organisasi kemasyarakatan yang dibentuk 29 Maret 2007 lalu dan kini berafiliasi dengan Mega-Pro. Bamusi dalam tim pemenangan Mega-Pro bertanggungjawab dalam hal penggalangan Ponpes. Bamusi mengklaim sudah menggarap sebanyak 587 Ponpes di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang akan mendukung Mega-Pro. Dalam waktu dekat, kata Maskut, tim pemenangan ini akan mendekati sejumlah Ponpes di Sumatera dan provinsi lainnya di Indonesia. "Ponpes di Indonesia jumlahnya 12 ribu. Tapi kita tidak bisa mengklaim itu semua sebagai pendukung," katanya. Maskut membantah jika langkah yang dilakukan tim pemenangan Mega-Pro tersebut sebagai upaya menggunakan kekuatan agama untuk meraih kemenangan capres yang didukung PDIP dan Partai Gerindra itu. "Ini adalah strategi perjuangan. Kami bekerja ganda. Selain mencari dukungan suara, kami juga tahu kondisi ril pesantren sehingga kepentingan pesantren bisa diperjuangkan ketika ibu Mega dan Prabowo terpilih jadi presiden nanti," kata Maskut yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Anshor itu. Dia mengatakan, saat ini tim Mega-Pro masih merumuskan berapa nilai anggaran yang patut diperjuangkan untuk pembangunan Ponpes di Indonesia, sehingga pendidikan berbasis agama di Ponpes tersebut bisa lebih maju. "Kalau tidak begini kapan Ponpes dilirik," katanya. Maskut juga mempertanyakan alokasi anggaran pendidikan 20 persen dari APBN. Menurut dia, alokasi anggaran tersebut tidak termasuk pembiayaan pesantren. Sementara pesantren memegang peranan penting dalam pembangunan bidang pendidikan keagamaan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PT.MULTI CINEMA NUSANTARA /MCN Prodaction